Teknologi layar sentuh membahayakan tangan anak anda

Teknologi layar sentuh membahayakan tangan anak anda -Pada zaman sekarang yang serbacanggih dan modern, kebanyakan rumah tangga memiliki gadget touch screen atau laptop serta komputer yang membutuhkan kelentikan jari untuk mengetiknya. Namun, terlalu banyak menggunakan jari untuk gadget atau juga bermain PlayStation secara aktif tidak baik untuk jari balita Anda.

    Dokter spesialis anak, dr. Hi. M. Iqbal, Sp.A., mengatakan, anak yang bermain gadget terlalu lama akan membuat tangannya nyeri atau kesemutan. Penyakit ini disebut carpal tunnel syndrome (CTS). Yaitu terjepitnya syaraf di bagian pergelangan tangan yang bisa menyebabkan rasa kesemutan dan panas.

    Menurut dia, jari anak masih sangatlah lembut, tidak seperti orang dewasa. Tapi, hal ini pun berlaku terhadap orang dewasa juga. Jangan terlalu sering bermain gadget, PlayStation, atau mengetik di keyboard. Karena efek jangka panjangnya bisa menimbulkan penyakit seperti yang telah dijelaskan itu.

”Jangan anggap sepele hal seperti ini karena akan berpengaruh sampai anak tumbuh besar,” kata Iqbal yang berpraktik di Rumah Sakit Urip Sumoharjo, Bandarlampung, ini.

    Sementara kepintaran anak dengan teknologi memang bisa mengakibatkan mereka menghadapi banyak masalah kesehatan. Kali ini, para ilmuwan mengkhawatirkan teknologi touch screen atau layar sentuh yang dinilai membahayakan tangan anak.

Teknologi touch screen memang berguna bagi orang dewasa, namun tidak berlaku bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Akibat terlalu banyak menggeser-geser dan mengetuk menu di layar, jari anak dikhawatirkan tidak tumbuh normal.

    Lindsay Marzoli, terapis dari Learning and Therapy Corner di Amerika Serikat, mengatakan, hal itu akan membuat otot jari tangan anak menjadi lemah. Saking lemahnya, jari-jari itu jadi tidak cukup kuat bahkan untuk sekadar dipakai menulis.

    “Apa yang kami lihat adalah banyak anak datang dengan keterlambatan perkembangan motorik, beberapa juga mengalami penurunan kekuatan otot di area itu,” kata Marzoli.

    Panduan terbaru dari American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa anak tidak disarankan berada di depan layar selama lebih dari 2 jam sehari. Bukan sekadar untuk menggeser-geser atau mengetuk menu di layar, melainkan juga untuk sekadar menonton apa yang ada di layar.

    Sebuah penelitian di Abertawe Bro Morgannwg University menunjukkan, teknologi bisa menjadi bom waktu bagi kesehatan anak. Berlebihan menggunakan telepon pintar alias smart phone ataupun komputer tablet bisa memicu nyeri punggung dan leher, bahkan pada usia anak-anak.

    Selain itu, banyak menggunakan teknologi semacam smart phone cenderung membuat anak-anak lebih malas bergerak. Kurang gerak ditambah dengan pola makan yang tidak sehat bisa memicu kegemukan dan berbagai komplikasinya, termasuk diabetes serta gangguan jantung.

Informasi Akurat Lainnya