Sebaiknya Pakai Susuk Atau Suntik KB ?

Sebaiknya Pakai Susuk Atau Suntik KB ? – Cara terbaik KB yang dianjurkan oleh kalangan medis ternyata berbeda beda. Penduduk Indonesia kini telah mencapai 237 juta jiwa. Jumlahnya akan meningkat hingga 300 juta jiwa pada 2015 jika program Keluarga Berencana (KB) tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Faktanya, saat ini penggunaan kontrasepsi di Indonesia baru mencapai 57 persen dan didominasi kontrasepsi jangka pendek. “Yang paling tinggi itu suntikan, hampir 36 persen. Selanjutnya pil sekira 20 persen, lalu implan karena dianggapnya susuk kecantikan. Angka yang paling rendah adalah MOP sekira 0,5 persen dari catatan keseluruhan. Semua terpengaruh faktor budaya, kita harus menyadari itu,” kata Sugiri Syarief selaku Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jakarta, belum lama ini.

Ia menambahkan, penduduk Indonesia saat ini berjumlah 237 juta jiwa. Jika tingkat pemakai alat kontrasepsi (Contraceptive Prevalence Rate/CPR) tetap 57 persen, maka jumlahnya bisa menjadi 255,5 juta jiwa. Namun apabila CPR turun 0,5 persen saja, penduduk Indonesia bisa bertambah menjadi 264,4 juta jiwa.

“Setiap masyarakat memerlukan informasi akurat agar bisa memilih kontrasepsi yang tepat. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Jangan sembunyikan bila terdapat kekurangan, tapi juga jangan dilebih-lebihkan keuntungannya,” imbuhnya.

Selain budaya dan keakuratan informasi, angka konseptor KB juga dipengaruhi tingkat pemahaman masyarakat. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 menunjukan bahwa pengetahuan wanita dan pria menikah terhadap salah satu metode kontrasepsi sudah tinggi, yaitu 98 persen dan 99 persen, namun pengetahuan tentang metode KB jangka panjang masih rendah, yaitu hanya 39 persen tahu vasektomi, hanya 66 persen tahu tubektomi, dan 85 persen tahu IUD.

“Faktor teman juga berpengaruh. Kalau temannya bilang, ‘Wah pakai IUD itu enggak enak’, biasanya wanita gampang terpengaruh. Terakhir, faktor provider driven. Kadang-kadang dia sudah datang dan niat pakai IUD, tapi sampai di petugas pelayanan, disarankan pakai KB suntik saja,” ujarnya.

Sugiri menambahkan, faktor ketersediaan alat kontrasepsi juga memengaruhi pilihan seseorang, tapi pengaruhnya sangat kecil. (ftr)

Informasi Akurat Lainnya