Pompa Payudara Merusak Payudara Wanita, Benarkah?

Benarkah pompa payudara merusak payudara wanita? – BANYAK perempuan memerah air susu ibu (ASI) menggunakan pompa atau breast pump. Memompa ASI biasanya dilakukan untuk persediaan makan bayi, khususnya jika ibu memiliki aktivitas di luar rumah. Tapi, tak sedikit kekhawatiran ibu yang takut payudaranya rusak karena pemakaian pompa ASI. Benarkah itu?

Menurut dr. Wardah Suhaili, Sp.O.G., mengeluarkan asi akan sangat baik bagi ibu menyusui sekalipun itu menggunakan breast pump. Ada beberapa faktor mengapa ibu menggunakannya. Di antaranya karena puting susu masuk ke dalam atau sang bayi tidak mampu menyedot susu yang ada pada puting sang ibu.

”Ini sama sekali tidak merusak kelenjar payudara. Walaupun mungkin saat menggunakan breast pump terdapat sedikit tekanan, tidak merusak kelenjar payudara sang ibu,” kata direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Asy-Syifa Bandarlampung ini.

Wardah juga menjawab mitos kesehatan bahwa penggunaan pompa dapat berpotensi timbulnya kanker payudara. Ia menegaskan bahwa hal ini tidak benar. Justru mengeluarkan asi bagus untuk pencegahan kanker payudara. Malah jika ASI tidak dikeluarkan, itulah yang akan berpotensi timbulnya kanker payudara.

”Tidak ada keterangan dari mana pun tentang kerusakan pada kelenjar payudara ataupun kanker. Semua akan berjalan baik-baik saja. Breast pump biasa digunakan ibu bekerja dan sangat sibuk dengan pekerjaannya. Jadi ibu memerah asi dengan breast pump untuk cadangan selama ibu tidak ada di rumah,” kata Wardah di ruang kerjanya.

Sementara Koordinator ASI for Baby (AFB) Lampung Upi Fitriyanti juga mengatakan, kekhawatiran itu tidak perlu. Sebab, memompa ASI tidak akan merusak payudara. Memang ibu lebih dianjurkan menggunakan pompa manual atau elektrik yang mudah untuk disterilisasi. Ibu juga harus mengetahui beberapa teknik saat memompa.

”Pompa ASI tidak merusak payudara,” kata Upi kepada Radar Lampunf for Her.

Sebelum memompa, Upi mengatakan bahwa ada ritual-ritual yang harus dilakukan ibu. Yaitu memulainya dengan mencuci kedua tangan dengan bersih, duduk dengan nyaman dan santai, serta merangsang hormon oksitosin. Hormon ini berfungsi menyekresi air susu dengan merangsang kontraksi payudara pada ibu menyusui.

”Setelah itu, lakukan pemijatan payudara,” ujar Upi.

Informasi Akurat Lainnya