Pengaruh pemakaian susuk kecantikan dampak budaya

Apa dampak memakai susuk kecantikan pada seorang wanita ? Sebagai seorang penari kolong jembatan (reportase yang bersangkutan), Rahmi (bukan nama sebenarnya) jelas membutuhkan “doping” untuk kelangsungan pertunjukkan yang ia suguhkan. Selain harus tampil prima karena akan menari semalaman suntuk, ia pun harus menjaga penampilannya.

Ia harus tampil cantik dan mempesona. Agar para penontonnya tidak bosan untuk terus datang memandangi liukkan tubuhnya yang terkadang menggoda birahi. Rahmi tidak cantik, tubuhnya pun tak seindah Jennifer Lopez, tapi penampilannya selalu dinantikan. Rahmi termasuk sebagai penari yang paling populer di kolong jembatan Jatinegara. Karena ia mampu menguras habis uang penonton dengan tari Jaipongnya.

Rahmi datang ke Jakarta 10 tahun lalu saat usianya masih 18 tahun. Rahmi yang kucel dan dekil itu diajak oleh tetangganya untuk menjadi penari di Jatinegara. Rahmi diperkenalkan kepada pemimpin group tari itu. Melihat penampilannya yang tidak menjual, maka si pemimpin grup membawa Rahmi ke sebuah klinik milik seorang paranormal. Rencananya beberapa bagian tubuh Rahmi akan dipasangkan susuk pemikat.

Ritual di mulai. Rahmi di perintahkan untuk berbaring pada kasur yang telah di sediakan. Beberapa benda berukuran mini sudah disiapkan di sebuah cawan bersih. Rahmi diminta untuk menutup matanya. “ini tidak akan sakit nak …” ucap sang paranormal. Rahmi pun mengikuti perintahnya. Bagian kening rahmi ditekan perlahan secara berkala. Rahmi mendengar si paranormal seperti sedang mengucap doa – doa atau mantra lebih tepatnya. Lalu ke bagian hidung, dagu, payudara, serta bokong. Semua diperlakukan sama. Hanya ditekan dan tidak menimbulkan rasa sakit. Lalu rahmi pulang bersama pemimpin grup itu.

Sejak malam itu Rahmi mulai tampil. Bermodalkan kemampuannya menari yang ia bawa sejak berangkat dari Karawang. Hanya dalam beberapa waktu saja keberadaan Rahmi cukup diperhitungkan. Ia sangat memukau. Banyak yang ingin menidurinya. Namun Rahmi tak menggubris. Sampai pada tahun kesepuluh, tubuh Rahmi sudah tak lagi mampu menerima efek samping dari susuk yang iya pakai. Kini Rahmi sudah tak berdaya. Bertarung melawan penyakit hati yang ia derita.

Fenomena Susuk Pemikat sudah tak lagi asing di dunia para budak malam. Susuk bagi mereka adalah candu untuk meraup banyak rezeki. Susuk pemikat mengubah penampilan mereka dari biasa menjadi istimewa.

Selain sanggul, kebaya, dan make up yang menjadi modal utama, susuk juga tak lepas dari penampilannya.

Susuk mengundang pro-kontra. Beberapa orang mengatakan ini bertentangan dengan agama. Namun di sisi lain para pemakai susuk merasa bahwa susuk membuat penampilan mereka menjadi jauh lebih baik setelah susuk itu tertanam dalam tubuh mereka.

Apa sebenarnya susuk pemikat itu?

Susuk Pemikat adalah benda berbahan logam seperti jarum, serbuk emas, jarum tembaga, intan atau berlian berukuran mini yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia dengan bantuan mantra atau jampi – jampi. Susuk biasanya di pasangkan oleh seorang dukun. Karena dalam ilmu kedokteran susuk pemikat ini belum ada. Susuk pemikat sangat berkaitan erat dengan dunia mistis. Dimana mereka sangat percaya bahwa susuk ini akan menjadikan penampilan mereka menjadi lebih baik. Pemakaian susuk pemikat ini juga diikuti oleh beberapa pantangan. Contohnya, tidak boleh makan sate langsung dari tusuknya, tidak boleh bersetubuh di hari – hari tertentu, dan lain – lain. Jika pantangan – pantangan tersebut dilakukan maka dipercaya bahwa kekhasiatan susuk akan hilang dengan sendirinya.

Di era masa kini klinik pemasangan susuk pemikat mudah sekali ditemui. Sebuah majalah yang menyuguhkan bacaan mistis menyediakan kolom bagi paranormal yang ingin beriklan. Beberapa jenis susuk secara gamblang di uraikan disana beserta harga jualnya.

Kecantikan memang sangat penting untuk sebagian besar wanita. Salon yang selama ini menyediakan jasa perawatan kecantikan harus bersaing dengan klinik pemasangan susuk pemikat. Yang dianggap lebih murah karena dipakai untuk jangka waktu yang lama. Tapi ternyata susuk pemikat tak hanya diminati kaum wanita. Kaum lelaki pun mempergunakannya. Susuk yang dipasang bukan untuk ketampanan saja. Melainkan sebagai obat mujarab untuk keperkasaannya di ranjang. Sejumlah pria memakai memasangkan susuk pada alat vitalnya. Disinyalir mampu memperindah bentuk serta menambah daya tahan saat bersenggama.

Beberapa hal yang saya jabarkan di atas mengenai khasiat susuk pemikat. Di balik itu pasti ada sisi negative yang mengekor di belakangnya. Bahan logam yang terkandung pada susuk pasti memiliki efek samping pada tubuh. Logam yang dibutuhkan oleh tubuh antara lain Zat besi (Fe), Seng (Zn), Mangan (Mn), Kromium (Cr), Tembaga (Cu), dan Mangnesium (Mg). Dan kita dapat memperolehnya dari asupan makanan sehari – hari. Pada susuk pemikat mereka mempergunakan jarum tembaga. Jarum tembaga ini jika berlebihan akan menyebabkan keracunan yang ditandai dengan muntah, pusing, lemas, sakit perut dan diare. Jika terjadi terus-menerus dapat menyebabkan sakit jantung dan kerusakan hati yang berakibat pada kematian. Dan inilah yang kini di derita oleh Rahmi si penari kolong jembatan. Merasakan kesakitan di usia yang seharusnya masih produktif.

Apakah ada ingin mencoba susuk pemikat? Atau lebih memilih salon untuk merawat kecantikan alami? Walau bagaimanapun yang alami jauh lebih  indah dan mampu bertahan lebih lama.

Informasi Akurat Lainnya