Gangguan Makan Pada Ibu Hamil Harus Diwaspadai

Gangguan Makan Pada Ibu Hamil -Gangguan makan atau yang dikenal dengan istilah eating disorder sering dikaitkan dengan gadis-gadis yang ingin mempertahankan berat badannya. Jangan salah, ibu hamil juga bisa mengalami gangguan makan meskipun tengah berbadan dua.

Studi terbaru yang diterbitkan dalam European Eating Disorders Review menemukan dari 700 lebih wanita hamil yang terlibat dalam studi, seperempatnya mengaku khawatir dengan berat dan bentuk badan mereka. Studi ini juga menemukan satu dari 12 wanita kehilangan kontrol makannya sampai dua kali seminggu.

Sedangkan satu dari 14 wanita memenuhi kriteria gangguan makan pada tiga bulan pertama kehamilannya. Sementara itu, dua persen wanita secara rutin berpuasa, olahraga berlebihan, sengaja muntah, dan menggunakan obat pencahar untuk mencegah kenaikan berat badan.

Karena itu, tim dari UCL Institute of Child Care merekomendasikan agar wanita melakukan skrining gangguan makan saat melakukan pemeriksaan antenatal.

Gangguan makan ketika hamil dialami salah satu perempuan dari Sydney bernama Jane Fulton (bukan nama sebenarnya). Jane sudah mengalami gangguan makan sejak usianya 15 tahun. Ia mengaku selama hamil merasa tersiksa karena takut bobotnya akan bertambah.

    Meskipun ia tahu kesehatan bayinya adalah yang terpenting, Jane tetap menghitung kalori asupannya dan tidak makan dua kali sehari.

“Rasanya sulit ketika tahu bobot saya bertambah saat kontrol ke dokter kandungan karena sebelumnya berat badan saya tak sampai seperti itu. Saya merasa sangat tidak aman dan ingin segera menurunkan berat badan,” kata Jane.

    Berkat dukungan keluarga usai melahirkan, Jane meminta bantuan dokter untuk memonitor pola makannya. Sebab, Jane tidak ingin kesehatan bayinya terganggu akibat ia tidak mau makan. Ia juga melakukan konseling dan akhirnya Jane bisa pulih sepenuhnya dari gangguan makannya selama ini.

    “Saya setuju dengan Jane bahwa ketika wanita mengalami gangguan makan dan hamil, carilah bantuan awal. Orang-orang kini lebih sadar bahwa gangguan makan adalah hal yang serius dan perlu dicari pengobatannya,” kata Manajer Komunikasi The Butterfly Foundation for Eating Disorders Sarah Spence seperti dilansir laman Essential Baby.

    Sementara terapis di Body Matters Australasia, Jen Bradon, mengatakan, pasti perubahan tubuh selama hamil membuat wanita ingin segera mengembalikan bentuk tubuhnya. Tapi, dengan dukungan keluarga dan prinsip melindungi bayinya, wanita tidak perlu terlalu takut akan perubahan tubuhnya.

    “Pemikiran kita juga dimanipulasi oleh media yang menggambarkan tubuh selebriti sangat langsing usai melahirkan. Padahal keinginan seperti itu bisa menimbulkan gangguan ekstrem seperti terhambatnya perkembangan anak, masalah jantung, serta ketika hamil bisa menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, kecacatan, bahkan kebutaan,” ungkap Jen.

Informasi Akurat Lainnya