Gaji hakim agung hingga 500 Juta

Berapa besar gaji para hakim di Indonesia -Tingginya gaji para hakim diharapkan mampu mengurangi terjadinya pelangaran kode etik yang dilakukan oleh para hakim. Selain itu, penyimpangan seperti menerima pemberian saat menangani suatu perkara diharapkan dapat diminimalisasi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Sumber Daya Manusia, Advokasi, Hukum, Penelitian dan Pengembangan Komisi Yudisial Jaja Amad Jayus dalam talkshow di MNC News, Jakarta Pusat pada Rabu (23/4).”Dengan gaji hakim cukup memadai diharapkan pelanggaran yang dilakukan hakim dapat berkurang apalagi lagi bisa jadi zero akan lebih baik,” kata Jaja.

Lebih lanjut ia mengatakan, tingginya gaji dan tunjangan hakim diharapkan dapat menarik minat para lulusan terbaik Fakultas Hukum di Indonesia untuk mendaftar menjadi hakim. Sehingga menurutnya, dengan banyaknya lulusan dari universitas yang mendaftar menjadi hakim memudahkan KY dan MA dalam memilih calon terbaik. Pasalnya, Jaja menjelaskan, jika selama ini ada lulusan dari universitas tertentu yang enggan mengikuti seleksi hakim lantaran minimnya gaji yang diterima oleh hakim.

“Diharakan lulusan terbaik fakultas di seluruh di Indonesia berminat ikut seleksi, sehingga proses seleksi itu menjadi mudah karena input para calon hakim yang mengikuti proses seleksi hakim adalah lulusan terbaik di perguruan tinggi. Nah, gaji hakim lumayan naik sehingga saya kira akan merangsang peminat fakultas-fakultas hukum yang kualitasnya baik,” imbuhnya.

Kendati demikian, kenaikan gaji itu bukan satu-satunya kebijakan yang diambil dalam rangka mencari hakim ideal. Komisi Yudisial, Mahkamah Agung dan Kementerian PAN dan RB, lanjut Jaja, akan bertemu guna membahas mekanisme seleksi hakim pengadilan negeri. Pasalnya, pasca diberikan kewenangan oleh Undang-Undang Kehakiman dalam merekrut hakim bersama dengan Mahkamah Agung, belum ada peraturan yang mengatur mekanisme seleksi. Dalam pertemuan tersebut juga akan dibahas tentang perubahan status hakim dari PNS menjadi pejabat negara, serta kenaikan pangkat bagi para hakim.

Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki mengusulkan gaji hakim agung Rp 500 juta per bulan. Hal ini mencontoh layaknya gaji hakim agung di Singapura yang digaji Rp 450 juta per bulan. Politisi PDIP Joko Widodo mengaku belum mengerti benar perihal itu.

“Belum ngerti,” kata Jokowi singkat di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/4/2014) malam.”Masuk akal nggak sih pak?” tanya wartawan.Jokowi yang hendak masuk ke dalam mobilnya kemudian diam sejenak. Tawanya kemudian lepas. Dia malah balik bertanya kepada awak media soal gaji hakim agung sekarang.”Nantilah setelah mengerti benar, emang sekarang gajinya berapa sih?” tanya balik Jokowi.

Ketua KY Suparman Marzuki mengatakan gaji Rp 500 juta bagi hakim agung layak diberikan mengingat banyaknya tanggung jawab yang diemban. Namun, Jokowi menilai persoalan gaji tidak hanya mengenai beban pekerjaan.

“Masalahnya, gaji itu tidak hanya urusan beban pekerjaan, ada hal yang fundamental yang harus diselesaikan untuk penegakan hukum,” ucapnya.Namun, Jokowi tidak berkomentar lebih jauh lagi. Dia beralasan belum mengerti benar tentang usulan gaji hakim agung sebesar Rp 500 juta per bulan itu.”Nanti saja kalau soal gaji itu, kalau saya sudah mengerti benar,” pungkasnya.Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di “Reportase Malam” pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV.

Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali menilai gaji hakim agung memang perlu ditingkatkan. Namun, menurut Hatta, usulan kenaikan gaji hakim agung sebesar Rp 500 juta terlalu tinggi.

“Memang perlu ada peningkatan gaji hakim agung, tapi kalau Rp 500 juta terlalu tinggi,” kata Hatta Ali seusai mencoblos Pemilu Legislatif di TPS 01 Kompleks Menteri Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014), seperti dikutip dari Antara.

Namun, Hatta tak menyebut berapa sebaiknya gaji hakim agung yang diharapkan. “Ya, yang penting sewajarnya saja,” kata Hatta.

Sebelumnya, Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki berpendapat, hakim agung seharusnya mendapat gaji Rp 500 juta. Suparman menilai gaji tersebut pantas diberikan jika melihat beratnya tugas seorang hakim agung.

Adapun Komisioner Komisi Yudisial Bidang Rekrutmen Hakim Taufiqurrahman Syahuri berpendapat bahwa gaji ideal hakim agung sekitar Rp 200 juta per bulan. Ia membandingkan dengan gaji hakim agung di Singapura sebesar Rp 500 juta.

Saat ini gaji hakim agung berkisar Rp 30 juta per bulan atau kalah dengan gaji hakim tinggi yang mencapai Rp 48 juta per bulan.

Informasi Akurat Lainnya